
NVIDIA dan SK Group resmi memperluas kemitraan strategis senilai lebih dari US$500 miliar (sekitar Rp8.000 triliun). Kemitraan ini mencakup letter of intent (LOI) yang formal untuk memperkuat kerja sama di bidang infrastruktur AI dan memori generasi berikutnya. Fokusnya: membangun AI factory dan memastikan pasokan memori generasi berikutnya. SK Telecom akan menjadi ujung tombak pembangunan AI factory pertama di Korea Selatan dengan kapasitas hingga 2 gigawatt menggunakan arsitektur akselerasi NVIDIA Vera Rubin dan platform DSX. Target operasi awal: 2027.
Sebagai perbandingan, satu data center hyperscale biasanya butuh 100–150 MW. Ini setara 13–20 data center sekaligus dalam satu lokasi. Biayanya tidak murah, namun SK Telecom mengklaim pendekatan full-stack DSX bisa memaksimalkan efisiensi energi dan menekan biaya per token—metrik kunci untuk inferensi AI skala besar. Optimasi dari level chip hingga software ini memungkinkan efisiensi operasional dan membuat investasi sebesar ini layak dijalankan.
SK Hynix dan NVIDIA Perkuat Pasokan HBM4
Di sisi memori, SK Hynix dan NVIDIA menandatangani perjanjian jangka panjang untuk pasokan AI memory, termasuk HBM4. Perjanjian ini bukan sekadar kontrak beli—ada komitmen co-development untuk memastikan spek memori generasi berikutnya benar-benar selaras dengan kebutuhan chip NVIDIA, seperti arsitektur Vera Rubin yang akan digunakan di AI factory. Tanpa kerja sama semacam ini, bottleneck memori bisa menghambat adopsi AI di Asia-Pasifik. Dengan jaminan pasokan jangka panjang, NVIDIA mendapatkan kepastian, sementara SK Hynix bisa mengembangkan produk sesuai permintaan pasar.
Kemitraan ini juga mencakup letter of intent (LOI) yang menjadi landasan kolaborasi lebih dalam di berbagai bidang AI. Poin penting lainnya: SK Group akan menyasar sovereign AI (AI yang dibangun dan dikelola secara mandiri oleh suatu negara), physical AI (AI yang berinteraksi dengan dunia nyata), agentic AI (AI yang mampu mengambil keputusan secara otonom), dan enterprise AI services. Pasar di Asia-Pasifik memang tumbuh cepat, dan Korea Selatan punya modal—seperti dikatakan Jensen Huang: jaringan, data center, dan semikonduktor kelas dunia.
Kalau kamu pelaku industri yang butuh kapasitas inferensi masif tanpa khawatir pasokan HBM, kemitraan ini layak dipantau. Tapi kalau kamu hanya pengguna akhir, efeknya baru terasa 3–5 tahun lagi—kalau semua berjalan sesuai jadwal, AI factory pertama akan mulai beroperasi pada 2027, menyediakan kapasitas komputasi luar biasa bagi ekosistem AI regional.
Baca pengumuman resmi di sini atau lihat berita Teknologi lainnya.



