Tech 25 JUL 2026

Prentis Incar Rp1,6 Triliun, Klaim Kalahkan GPT-5.4

Prentis, sebuah laboratorium riset AI yang fokus pada model computer use, sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana $100 juta dengan valuasi $1 miliar. Lab ini didirikan oleh Ritankar Das (CEO), Reid Hoffman (co-founder LinkedIn), dan Mark Pincus (co-founder Zynga). Diluncurkan…

Prentis, new AI lab co-founded by Reid Hoffman, Mark Pincus in talks to raise $100M | TechCrunch

Prentis AI lab co-founder Reid Hoffman and Mark Pincus - ilustrasi pendanaan

Prentis, sebuah laboratorium riset AI yang fokus pada model computer use, sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana $100 juta dengan valuasi $1 miliar. Lab ini didirikan oleh Ritankar Das (CEO), Reid Hoffman (co-founder LinkedIn), dan Mark Pincus (co-founder Zynga). Diluncurkan pada April 2026, Prentis melatih model untuk mengotomatiskan alur kerja kantor rutin dengan cara mengendalikan komputer secara langsung — bukan sekadar menulis kode.

Klaim utamanya: model Hive-32B milik Prentis disebut mengungguli OpenAI GPT-5.4 dan Anthropic Claude Opus 4.6 pada benchmark WindowsAgentArena dan ScreenSpot-v2. Angka-angka ini perlu dicermati, tapi yang lebih menarik adalah kontrak yang sudah ditandatangani: hingga $50 juta dengan pelanggan dari sektor kesehatan dan manufaktur. Startup ini juga telah merekrut lebih dari 25 karyawan, termasuk peneliti dari OpenAI, Google DeepMind, Meta, Tencent, dan Alibaba.

Prentis vs. Anthropic vs. OpenAI: Siapa yang Paling Efisien untuk Tugas Kantor?

Bukan cuma modal dan klaim performa. Prentis bersaing langsung dengan Anthropic, OpenAI, dan Thinking Machines Lab di ranah yang sama: mengotomatiskan tugas kantor. Bedanya, Prentis mengklaim model mereka lebih hemat biaya operasional karena Hive-32B dirancang khusus untuk agentic workflows — bukan sekadar menjawab pertanyaan.

Prentis Hive-32B benchmark performance - perbandingan model

Ritankar Das sendiri juga merupakan pendiri Titan, sebuah holding company yang membangun dan mengoperasikan perusahaan AI seperti Tala Health dan Forta Health. Ini menunjukkan bahwa pendekatan Prentis bukan sekadar riset, tapi sudah punya jalur ke pasar nyata. Untuk detail lebih lanjut, baca liputan asli TechCrunch.

Keputusan untuk fokus pada otomatisasi workflow kantor — bukan coding — membuat Prentis berbeda dari banyak lab AI lain. Tapi pertanyaan sebenarnya: apakah model mereka cukup stabil untuk dijalankan di lingkungan produksi perusahaan besar? Kontrak $50 juta adalah sinyal, tapi belum bukti.

Prentis AI lab office automation workflow - ilustrasi penggunaan

Untuk kamu yang sedang riset solusi AI untuk otomatisasi kantor, Prentis layak dipantau. Tapi jangan langsung percaya klaim benchmark — tunggu ulasan independen. Lihat juga berita Teknologi lainnya untuk pembanding.

Kalau kamu butuh agent yang pintar mengurus spreadsheet dan email, Prentis mungkin masuk akal dalam 12–18 bulan ke depan. Tapi kalau sekarang, Anthropic dan OpenAI masih pilihan paling stabil. Hitung dulu biaya dan waktu integrasinya sebelum ganti.

GameIndo