
Pada 25 Juli 2026, satu kegagalan saluran listrik di dekat Washington, D.C., menyebabkan lebih dari 3,1 gigawatt beban data center AI menghilang dari jaringan PJM dalam waktu 30 detik. Data center tersebut langsung beralih ke daya cadangan, tapi dampaknya langsung terasa: tegangan listrik melonjak dari Virginia Utara hingga Chicago, membuat lampu berkedip di seluruh regional — meski tidak sampai blackout. Beban yang terputus itu mewakili sekitar 3% total permintaan di grid PJM saat itu, dan butuh 11 menit bagi operator untuk menstabilkan jaringan. Insiden ini bukan yang pertama; dua tahun sebelumnya, pola serupa terjadi di grid yang sama.
Mengapa Data Center AI Semakin Bermasalah dengan Grid
PJM Interconnection, operator grid terbesar di AS yang melayani 67 juta pelanggan dari New Jersey hingga Illinois, kini menghadapi pola yang sama: semakin padat data center, semakin besar risiko pelepasan beban mendadak. Startup ON.Energy menawarkan solusi dengan sistem baterai UPS yang menyembunyikan data center di balik beban yang konsisten, memungkinkan mereka menyerap fluktuasi grid alih-alih memutus sambungan. Sebanyak 3 gigawatt sistem sedang dipasang di empat kampus data center. Sementara itu, ERCOT di Texas mulai mewajibkan beban besar seperti data center untuk “ride through” gangguan demi mencegah ketidakstabilan serupa.

Kejadian ini mengingatkan bahwa infrastruktur listrik yang ada belum dirancang untuk lonjakan konsumsi data center AI yang luar biasa. Jika tren ini terus berlanjut, grid operator harus memilih: menaikkan standar ride-through untuk semua beban besar, atau menggelar penyimpanan energi skala gigawatt seperti yang dilakukan ON.Energy. Keputusan itu tidak murah — tapi potensi kerusakan peralatan akibat tegangan spike bisa jauh lebih mahal.

Kalau kamu mengelola data center atau merencanakan pembangunan baru, pertimbangan investasi pada sistem ride-through atau baterai UPS skala besar mungkin lebih murah daripada risiko tegangan spike yang bisa merusak rak server. Hitung sendiri biaya downtime-nya.
Baca selengkapnya di TechCrunch — atau lihat berita Teknologi lainnya untuk konteks infrastruktur AI yang lebih luas.



