
YouTube resmi memperluas fitur Hype pada 27 Juli 2026. Sebelumnya, penonton hanya bisa memberikan hype ke satu video maksimal tiga kali per minggu. Kini, dengan menghabiskan mata uang dalam aplikasi bernama Jewel, batasan mingguan itu dihapus. Kamu bisa push video favoritmu berulang kali selama punya Jewel.
Fitur Hype hanya tersedia untuk video panjang (long-form) yang diunggah dalam tujuh hari terakhir, dan hanya untuk kreator dengan jumlah subscriber antara 500 hingga 500.000. Video Shorts serta video yang dibatasi usia tidak masuk hitungan. Dengan memberikan hype, video akan masuk ke ranking khusus sehingga visibilitasnya naik — lebih banyak penonton potensial melihatnya. Dari sisi kreator, penggunaan Jewel untuk hype juga membuka aliran pendapatan baru.
Mekanisme Hype dan Jewel
Di Jepang dan Korea Selatan, penonton yang memberikan hype ke suatu video bisa tampil di bagian "Acknowledgements" dalam deskripsi video. Ini memudahkan kreator mengidentifikasi pendukung paling setia mereka. Fitur ini memang bukan sesuatu yang revolusioner — pada dasarnya YouTube memonetisasi interaksi penggemar dengan cara lain. Tapi bagi kreator kecil, ini bisa jadi alat eksposur gratis asalkan ada basis penggemar yang rela menghabiskan Jewel.

Pertanyaan utamanya: apakah worth it? Buat kamu yang hanya penggemar biasa, mengeluarkan uang riil untuk membeli Jewel hanya buat push video mungkin terasa sia-sia. Tapi buat kreator yang sedang berusaha menembus batas 500 ribu subscriber, fitur ini memberikan cara terukur untuk mengukur loyalitas audiens.

Informasi selengkapnya bisa kamu lihat di pengumuman resmi YouTube. Jangan lewatkan juga berita teknologi lainnya di portal kami.
Kalau kamu kreator dengan 500–500k subscriber dan punya fans yang royal, fitur ini cukup layak dicoba. Kalau tidak, ya anggap saja ini gimmick monetisasi baru — nggak ada yang rugi selain dompet penggemar paling fanatik.



