Tech 26 OKT 2026

Dessa: Standar Baru AI Percakapan yang Semakin Mirip Manusia

Bagi komunitas teknologi dan para penggiat AI, nama Dessa adalah topik yang wajib diperhatikan. Model canggih dari Block ini menawarkan terobosan besar di bidang interaksi suara karena ia mampu meniru nuansa percakapan manusia secara menyeluruh—bahkan hingga tingkat di mana kita…

Block Unveils Dessa, a Full-Duplex Speech Model Trained on Conversation – Unite.AI

Bagi komunitas teknologi dan para penggiat AI, nama Dessa adalah topik yang wajib diperhatikan. Model canggih dari Block ini menawarkan terobosan besar di bidang interaksi suara karena ia mampu meniru nuansa percakapan manusia secara menyeluruh—bahkan hingga tingkat di mana kita sulit membedakannya dengan obrolan antarmanusia nyata. Dessa adalah model percakapan full-duplex yang dilatih eksklusif hanya menggunakan rekaman audio percakapan, menjadikannya berbeda dari sistem AI yang selama ini dikenal karena mengandalkan data teks masif.

Lebih dari Sekadar Mengucapkan Kata: Memahami Konteks Non-Verbal

Keunggulan utama Dessa terletak pada kemampuannya untuk memahami dan menghasilkan nuansa non-verbal. Model ini tidak hanya memproses kata-kata, tetapi juga mampu menangkap isyarat halus seperti tawa, desahan napas (sighs), intonasi sarkasme, atau bahkan jeda yang pas saat menyela pembicaraan orang lain. Ini adalah lompatan besar dari AI sebelumnya yang cenderung kaku dan mekanis.

Model ini bekerja dalam format Speech-to-Speech—artinya, ia menerima masukan suara langsung dan merespons dengan suara, tanpa harus melalui tahap translasi ke teks terlebih dahulu. Proses ini membuatnya sangat alami dan terasa seperti sedang berbicara dengan rekan kerja di kafe. Kecepatan inferensi (kecepatan pemrosesan) Dessa juga diklaim lebih cepat dari waktu nyata (real-time), memungkinkan ia berjalan secara lokal pada perangkat kelas atas, seperti MacBook Pro yang dilengkapi M4 Max ke atas.

subject description

Kekuatan Pelatihan Audio Saja

Yang paling menarik dari sisi teknis adalah metodologi pelatihannya. Dessa dilatih menggunakan rekaman audio percakapan manusia murni, tanpa menyentuh data teks atau model pra-terlatih yang sudah ada sebelumnya. Dengan memanfaatkan kekuatan komputasi masif—hanya membutuhkan satu unit NVIDIA GB200 NVL72—para pengembang berhasil mencapai pemahaman bahasa yang mendalam hanya dari pola suara dan interaksi lisan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa konteks adalah raja dalam ilmu komputer, jauh lebih penting daripada sekadar volume data. Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan AI di berbagai sektor teknologi, mempelajari cara kerja Dessa bisa membuka wawasan baru tentang berita Tech lainnya. Ini bukan hanya fitur untuk chatbot biasa; ini mengubah standar interaksi suara dalam segala hal, dari asisten virtual hingga sistem edukasi.

subject description

Dessa membuktikan bahwa masa depan AI bukan lagi tentang seberapa banyak data yang kita masukkan, melainkan seberapa manusiawi interaksi yang bisa diciptakan. Pantau terus info resminya ya, karena model semacam ini akan mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan teknologi di masa depan!

GameIndo