
Google resmi memiliki Fitbit lewat akuisisi senilai $2,1 miliar lima tahun lalu. Sejak itu, lini produknya berkembang — termasuk dua model yang paling kontras tahun ini: Fitbit Air dan Fitbit Charge 6. Satu tanpa layar sama sekali, satu lagi dengan fitur medis. Keduanya punya target pengguna yang sangat berbeda, dan tidak ada yang salah dengan pilihanmu.
Fitbit Charge 6: Pilihan Terbaik untuk Pemula
Dirilis 2023, Charge 6 masih jadi rekomendasi utama untuk kamu yang baru pertama kali pakai Fitbit. Harganya tidak disebut di data, tapi fiturnya padat: ECG, GPS bawaan, baterai tahan seminggu, dan sensor detak jantung yang bisa terhubung ke alat gym seperti NordicTrack dan Peloton. Buat pemula, ini paket lengkap tanpa perlu mikir pairing atau kalibrasi tambahan. Baca ulasan asli selengkapnya di Wired.

Fitbit Air: 12 Gram, Nol Layar, Semua di Aplikasi
Ini kebalikan dari Charge 6. Fitbit Air hanya 12 gram, yang berarti paling ringan di keluarga Fitbit. Harganya $100 — setara Rp1,6 jutaan. Tidak ada layar; semua data kesehatan cuma bisa dilihat lewat aplikasi Google Health. Baterainya tahan 7 hari, dan isi daya 5 menit cukup untuk pemakaian sehari. Trade-off jelas: kamu kehilangan notifikasi di pergelangan, tapi dapat perangkat yang hampir tidak terasa di tangan. Cocok buat yang benci diganggu notifikasi atau cuma butuh step counter dan sleep tracker tanpa embel-embel.

Dua model ini ada di daftar terbaik Fitbit 2026, tapi masing-masing melayani kebutuhan yang berbeda. Kalau kamu butuh data real-time dan integrasi gym, ambil Charge 6. Kalau kamu hanya ingin pelacakan pasif tanpa gangguan layar, Air lebih masuk akal. Jangan beli keduanya sekaligus — pilih berdasarkan seberapa sering kamu benar-benar mau mengecek wrist kamu. Kalau cuma sekali sehari, Air cukup. Kalau tiap jam, Charge 6. Baca berita Teknologi lainnya di Gameindo.



