
Harga tiket final League of Legends Worlds 2026 di Barclays Center mencetak rekor baru: Rp50,2 juta ($3.200) di pasar gelap. Bukan karena permintaan gila-gilaan — melainkan karena sistem anti-scalper yang didesain Riot justru menjadi senjata makan tuan.
Fans cuma kebagian 430 tiket dari total 19.000 kursi venue. Sisanya? 3.200 tiket via jalur pre-sale Fan First, 1.100 tiket untuk sponsor dan influencer. Saat tiket umum habis dalam hitungan menit, daftar jual di SeatGeek langsung melonjak hingga 300 persen. Harga wajah asli $120–$350 (Rp1,9–5,5 juta) melambung jadi $3.200 — sembilan kali lipat — kurang dari 24 jam setelah pembukaan.
Fan First: Program yang Berbalik Arah
Riot memperkenalkan Fan First pada 2024, mengikat akun Ticketmaster dengan Riot ID untuk memblokir bot. Kenyataannya, sistem ini malah mempersempit kuota publik secara brutal. Caster Marc Arrambide langsung angkat bicara, menuntut Riot mengidentifikasi dan mencabut setiap tiket yang dijual di atas $1.000. Tapi hingga artikel ini ditulis, belum ada satu pun tiket yang ditarik.

Riot akhirnya meminta maaf pada 22 Juli lewat akun LoL Esports. Pengakuan jujur mereka: "Fan First ended up working against fans." Terjemahan bebasnya: sistem yang seharusnya melindungi fans malah menjauhkan mereka. Hanya 430 kursi umum — angka yang absurd untuk turnamen sekelas Worlds.
Scalper tidak perlu bot canggih. Mereka cukup daftar pre-sale dengan akun palsu, lalu jual kembali di SeatGeek. Selisih harga mencapai 300 persen. Fans yang rela antre berjam-jam hanya dapat layar "ticket unavailable".

Situasi ini bukan sekadar masalah harga. Ini soal akses. Kompetisi puncak seharusnya bisa dinikmati oleh komunitas, bukan hanya mereka yang punya uang berlebih atau koneksi sponsor. Riot butuh revisi sistem — entah dengan membatasi transfer tiket, verifikasi ulang identitas, atau menambah kuota publik.
Pantau terus perkembangan berita Esports ini di Gameindo. Sementara itu, kalau kamu masih punya tiket dengan harga wajar — jangan dilepas. Karena lawanmu bukan tim lain, tapi sistem yang gagal.



