
Netmarble Cultural Foundation resmi menunjuk penyanyi dan pembawa acara DinDin sebagai duta 2026 National e-Festival for Students with Disabilities pada 28 Juli di Netmarble G-Tower. Langkah ini bukan sekadar seremoni—di bawah tekanan jadwal, festival yang digelar sejak 2009 ini punya target jelas: memperkuat rasa percaya diri, prestasi, dan literasi digital siswa disabilitas di Indonesia. Yayasan yang diketuai oleh Bang Jun-hyuk ini juga bertujuan menumbuhkan budaya rekreasi sehat bagi para peserta melalui kompetisi e-sports yang inklusif.
Acara penunjukan dihadiri langsung oleh CEO Yayasan Kebudayaan Netmarble Do Ki-wook, Kepala Institut Pendidikan Khusus Nasional Kim Seon-mi, dan Direktur Badan Konten Kreatif Korea Kim Seong-jun. DinDin menyatakan akan mempromosikan ajang ini agar para siswa dapat menikmati kompetisi dan menyampaikan pesan bermakna kepada publik. Ia menambahkan bahwa e-Festival ini menjadi wadah penting bagi siswa disabilitas untuk menunjukkan bakat mereka di bidang teknologi dan permainan digital.
2026 National e-Festival for Students with Disabilities: Jadwal dan Tekanan Partisipasi
Babak final e-Festival akan berlangsung pada 8–9 September di Sono Calm Vivaldi Park, Hongcheon, Provinsi Gangwon. Sebelumnya, babak penyisihan telah digelar pada 27 Mei hingga 10 Juli dengan total 3.000 peserta yang bersaing memperebutkan slot final. Jumlah tersebut mencerminkan antusiasme tinggi dari siswa disabilitas di seluruh Korea Selatan, sekaligus menambah kompleksitas logistik penyelenggaraan.

Tahun ini, baik penyisihan maupun final digelar secara luring. Keputusan ini menambah tekanan tersendiri: rotasi antar venue, manajemen waktu, dan adaptasi lapangan jadi kunci. Netmarble Foundation telah menjadi tuan rumah bersama festival ini setiap tahun sejak 2009, baca pengumuman resmi di sini. Selama lebih dari satu dekade, ajang ini konsisten mendorong peningkatan kepercayaan diri, prestasi akademik, dan literasi informasi di kalangan siswa disabilitas.
![]()
Bagi yang mengikuti perkembangan berita Esports lainnya, ajang ini bukan soal siapa tercepat—tapi soal siapa yang bisa menjaga mental di bawah tekanan. Jarak antara final dan pulang hanya 2 hari. Setiap peserta harus mampu beradaptasi dengan cepat, baik dari segi teknis maupun emosional.
Final sudah di depan. Catat tanggal 8–9 September dan saksikan bagaimana 3.000 peserta membuktikan diri. Jangan sampai ketinggalan rotasi.



