
Anjir. Udah warned polisi bakal di‑swat, malah ditembak begini. Axeel Melendez, 24 tahun, sekarang lumpuh dari dada ke bawah—dan dia sama ibunya resmi ngajuin tuntutan $176 juta ke Pima County dan Sheriff’s Department. Literally mimpi buruk banget, real.
Jadi gini, waktu itu dia lagi main Rust. Tiba‑tiba akunnya di‑hack, para hacker langsung ancam mau lapor palsu kalau dia bawa bom. Dia panik, nelpon 911 buat warning. Eh, dispatcher malah bilang “nothing’s going to happen.” Padahal kurang dari 48 jam kemudian, ada panggilan palsu mengaku sebagai Axeel, bilang bapaknya nembak adiknya.
Swatting di Rust: Axeel Melendez Jadi Korban Kegagalan Prosedur
Deputi di lapangan sempet curiga ini bisa jadi swatting. Radio‑an begitu. Tapi tetep aja mereka jebolin jendela kamar pake shovel, terus nembak 8 kali. Axeel, yang kira ada perampok masuk, reflek ambil pistol legal punya ibunya. Hasilnya? Dia kena tembak, tulang belakang rusak permanen.

Gila sih ini. Udah jelas warning, malah polisinya jadi eksekutor. Sekarang Pima County Sheriff’s Department diem aja, bilang pending litigation. Tapi tuntutan $176 juta udah dilayangkan, termasuk biaya pengobatan seumur hidup, trauma psikologis, dan kerugian masa depan.

Konteksnya: swatting udah jadi momok di komunitas streamer. Tapi kasus Axeel ini naik level—nyawa beneran jadi taruhan. Kalau lo penasaran detail lengkapnya, baca selengkapnya di sini. Atau lo mau liat kasus‑kasus streamer lain yang kena swatting? Cek berita Streamer lainnya di portal kita.
Gaskeun share artikel ini—biar orang sadar, swatting bukan cuma “prank doang.” Dan inget, polisi harus lebih sigap bedain panggilan palsu. At least jangan sampai ada Axeel kedua. Live‑nya masih panjang, tapi tubuhnya udah nggak bakal sama lagi. Nggak sedih? Ya iya sedih.



