Setelah dua minggu memakai ROG Ally X2 sebagai konsol harian, satu hal jelas: ASUS akhirnya menemukan formula handheld yang benar-benar matang. Ini review lengkap kami — mulai dari hasil benchmark, catatan daya tahan baterai, sampai siapa yang paling cocok membelinya.
Desain dan Layar
Bodinya 12% lebih tipis dari generasi sebelumnya, tapi yang paling terasa justru layarnya. Panel OLED 7 inci 120Hz ini membuat game seperti Genshin Impact terlihat jauh lebih hidup dibanding panel LCD lama.

Grip belakang kini dilapisi tekstur baru yang membuat sesi main tiga jam terasa nyaman tanpa pegal. Tombol dan trigger juga terasa lebih tegas saat ditekan.
Performa
Di atas kertas maupun di lapangan, chip terbaru ini melibas judul AAA di setelan medium-high. Berikut ringkasan hasil uji kami:
| Game | Setelan | Rata-rata FPS |
|---|---|---|
| Cyberpunk 2077 | 1080p / High | 58 fps |
| Genshin Impact | 1080p / Max | 60 fps |
| Elden Ring | 1080p / Medium | 46 fps |
Beberapa catatan penting selama pengujian:
- Kipas hanya terdengar saat beban penuh, dan suhunya tetap di bawah 42°C.
- Mode hemat daya sanggup menembus 5 jam untuk game indie ringan.
- Dukungan VRR membuat frame drop nyaris tak terasa.
Ini pertama kalinya sebuah handheld Windows terasa seperti konsol, bukan PC mungil yang dipaksa portabel.
Fajar Ramadhan, Editor Tech
Baterai dan Pengisian
Baterai 80Wh bertahan sekitar 2 jam 40 menit untuk game berat, dan mengisi dari 10% ke 100% butuh 95 menit. Bukan rekor, tapi cukup untuk perjalanan menengah.

Siapa yang Sebaiknya Membeli?
Kalau kamu sudah punya generasi pertama, lompatannya mungkin belum wajib. Tapi buat yang baru masuk ke dunia handheld, ROG Ally X2 adalah pilihan termudah untuk direkomendasikan saat ini. Baca juga panduan handheld lengkap kami sebelum memutuskan:
- Gamer AAA yang butuh performa portabel maksimal.
- Pemain gacha yang ingin layar 120Hz mulus.
- Traveler yang mengutamakan bobot ringan.



