Pada tanggal 28 Januari tahun lalu, Toge Productions, pengembang game ternama asal Indonesia meluncurkan game terbaru mereka yang berjudul Coffee Talk. Coffee Talk hadir di platform seperti PlayStation 4, Xbox One, Nintendo Switch, PC, dan bahkan diedarkan untuk macOS.

Setelah diluncurkan, ulasan-ulasan dari media sangat positif terhadap game yang telah terjual sebanyak jutaan kopi di platform-platform yang disebutkan sebelumnya. Bahkan Strictly Limited Games memutuskan untuk menjual edisi fisik game ini dengan stok yang disediakan sebanyak 1500 kopi untuk platform PS4 & Nintendo Switch, dimana sebelumnya edisi fisik Coffee Talk hanya tersedia untuk pasar Jepang oleh Chorus Worldwide.

Dalam rangka anniversary pertama, penulis mengunjungi kembali Coffee Talk dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan pribadi menyangkut game ini yaitu: Will it stand the test of time?

Akankah Coffee Talk bertahan dalam cobaan waktu? Mari kita simak ulasan berikut.

Review copy

Review copy yang diterima penulis merupakan Game Card (fisik) untuk Nintendo Switch keluaran Chorus Worldwide.

Home screen

Sebagai permulaan, Coffee Talk berlatar di masa depan di kota Seattle (kota yang sama dimana Starbucks Coffee mulanya didirikan) dimana manusia terlah berbaur dengan makhluk-makluk lain seperti orcs, elf, succubus, dsbnya. Disini, protagonis yang kita mainkan menjadi pemilik dan menjalankan sebuah kedai kopi yang menyajikan berbagai sajian minuman sesuai dengan mood dari pelanggan dalam kurun waktu dua minggu.

Selama menjalankan rutinitas sebagai pemilik sekaligus barista di kedai kopi sendiri, protagonis akan dikenalkan kepada berbagai karakter dengan latar belakang dan konflik yang berbeda. Tentu saja, kita sebagai protagonis menjadi bagian dari percakapan dengan pelanggan-pelanggan tersebut baik sebagai pendengar ataupun lawan bicara.

Anda juga akan selalu disuguhkan sebuah berita dari koran The Evening Whispers sebelum anda memulai hari anda menjalani tugas sebagai seorang barista.

Contoh kutipan berita yang diliput di The Evening Whispers
Freya, maskot dari Coffee Talk yang hadir di berbagai promotional material

Secara pribadi, saya merasa game ini membawakan isu-isu yang berasa relatable dengan kehidupan di dunia nyata baik itu diungkit secara langsung maupun diungkit dalam bentuk metafora atau referensi. Selain isu-isu kehidupan nyata, game ini juga mengandung berbagai easter eggs atau referensi ke pop culture dan produk-produk yang kita temui di dunia nyata dalam bentuk parodi dengan nama yang sudah diplesetkan (berikut contoh yang penulis temukan).

Seperti referensi ke Blade Runner yang namanya telah diplesetkan menjadi Knife Walker
Terdapat referensi ke meme juga dong, ya ampun…

Soal teknis game ini, saya acungkan jempol untuk aspek worldbuilding dan desain karakternya serta dialog masing-masing karakter yang ditulis dengan cukup baik. Namun yang disayangkan adalah interaksi pemain dengan karakter hanyalah interaksi satu arah dan kurangnya opsi terutama untuk dialog yang tergolong krusial serta aspek storytelling yang saya nilai berasa linier dengan pacing yang sedikit agak pelan di awal game. Selain itu, distribusi dari ekspresi karakter dan gerak-gerik tubuh kurang merata, dimana Freya mempunyai eskpresi terbanyak dibanding dengan karakter wanita lainnya yang hadir di game ini. Tambahan dari saya adalah aspek worldbuilding kurang mendapatkan rasa ekspansif tetapi apa yang dihadirkan sudah cukup memuaskan.

Juga, terdapat cerita tambahan di luar dari kejadian yang berlangsung dalam game berupa web comic yang dapat dilihat di akun Twitter @coffeetalk_game dan menu Extras dalam game.

Dari segi fitur dan lain-lain, respon saya cukup positif terhadap fitur untuk membaca ulang dialog dari karakter yang bisa diakses dengan menekan tombol X (untuk Nintendo Switch) yang sangat membantu saya pribadi untuk menangkap lebih baik percakapan antar karakter. Apabila anda pernah melewati dialog yang bersangkutan, anda bisa menggunakan fitur fast forward dengan menekan tombol R (lagi, untuk Nintendo Switch) untuk mempercepat dialog.

Seperti dialog berikut yang panjang dan hampir tidak berujung, wkwkwkw

Hadirnya aplikasi seperti Tomodachill, Brewpad, The Evening Whispers, dan Shuffld merupakan masukan yang kreatif dimana aplikasi tersebut merupakan cerminan dari kehidupan dunia maya kita. Tomodachill dasarnya merupakan aplikasi media sosial. The Evening Whispers dasarnya merupakan portal berita. Shuffld merupakan aplikasi pemutar musik layaknya Spotify atau pemutar musik pilihan anda. Dan Brewpad merupakan aplikasi untuk meninjau kembali resep-resep minuman.

Tampilan dari smartphone beserta aplikasi-nya

Musik yang mengiringi game ini yang terkesan santai dan kalem layaknya lagu-lagu lo-fi disusun oleh Aremy Jendrew (yang sebenarnya merupakan spoonerism dari nama Jeremy Andrew, komponis in-house untuk Toge Productions) bisa anda temui di aplikasi Shuffld. Namun saya pribadi merasa UI/UX dari Shuffld ini sedikit agak counter-intuitive terutama ketika saya ingin pause lagu yang sedang diputar.

Stay Awake to keep you awake, barista
Pilihan lagu yang hadir di Shuffld

Soal menu minuman yang hadir di game ini, saya patut acungkan jempol untuk kru Toge Productions karena beragam menu minuman dapat ditemukan di aplikasi Brewpad yang menurut saya kehadiran menu minuman tersebut sangat dipikirkan dan diteliti dengan baik dan secara menyeluruh. Mungkin yang akan saya tambahkan seputar penyajian minuman adalah urutan bahan sepertinya cukup lumayan penting dalam mengembangkan dan menyajikan minuman. Dengan bahan yang sama namun urutan yang berbeda, minuman yang dihasilkan tidak sama seperti yang terdaftar di Brewpad.

Tampilan aplikasi Brewpad beserta rangkaian menu minuman

Dan seputar Tomodachill, saya merasa aplikasi tersebut agak kurang dimanfaatkan atau dimaksimalkan sehingga saya merasa kurangnya penekanan pada pemain untuk mengakses aplikasi tersebut. Demikian juga untuk The Evening Whispers. Saya pribadi bahkan hampir tidak pernah mengakses Tomodachill maupun The Evening Whispers selama memainkan dan menamatkan Coffee Talk.

Tampilan aplikasi Tomodachill beserta nama-nama karakter

Kembali ke pertanyaan saya sebelum masuk ke ulasan, yang berbunyi: Will it stand the test of time?
Jawabannya adalah: Yes, it will stand the test of time.
Karena interaksi penuh cerita ini mendatangkan pengalaman yang cukup menyenangkan dan juga tidak terpaku kepada narasi yang bersifat tetap (fixed narrative) sehingga menghadirkan gameplay yang terkesan endless. Juga, anda bisa mengunjungi kembali cerita seputar karakter-karakter yang hadir di game ini kapanpun anda mau.

Congratulations on your success and also…
Happy birthday, Coffee Talk!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here