
Razer Huntsman V3 HE adalah keyboard Hall Effect pertama dari Razer. Bukan karena mereka yakin teknologi ini lebih baik—mereka masih lebih suka optical switch—tapi karena pasar memintanya. Hasilnya? Keyboard yang solid secara teknis, tapi punya cukup banyak kompromi kecil yang bikin garuk-garuk kepala.
Razer Huntsman V3 HE: Build dan Sensasi Mengetik
Dari segi build, Razer pakai konstruksi tray-mount dengan pelat logam terintegrasi dan bodi plastik bawah. Tidak ada klip plastik rapuh, dan ada foam peredam suara di dalamnya. Stabilisator factory lubed—halus, tanpa rattle. Suara ketik secara umum bersih dan clacky, lebih baik dari Huntsman V3 optikal. Tapi suara tombol pinggiran lebih dalam dan dull, dan spacebar punya masalah: ada foam strip yang bentrok dengan housing switch, menghasilkan feel seperti karet dan suara lebih berat. Bobot spacebar juga lebih berat (~10g vs standar ~7g), bikin mis-input kalau actuation distance-nya terlalu rendah.
Switch Hall Effect—40g, setara Cherry MX Red—terasa halus tapi tidak konsisten. Beberapa overlubed, beberapa tidak. Tray-mount bikin variasi kekakuan antar tombol. Razer tetap mempertahankan 8.000 Hz polling rate yang sudah jadi standar mereka.

Software kustomisasi via Razer Synapse dalam dan memungkinkan Rapid Trigger serta Snap Tap—fitur yang sebenarnya sudah eksis di keyboard kompetitor. Tidak ada yang benar-benar baru di sini, hanya eksekusi Razer terhadap konsep yang sudah matang.
Apakah Layak Dibeli?
Jujur: ini keyboard yang baik, tapi bukan terobosan. Razer masuk ke segmen Hall Effect karena pasar mendorong, bukan karena mereka punya inovasi signifikan. Untuk detail lengkap, baca ulasan asli dari WIRED. Kalau kamu penasaran dengan keyboard lain di kategori ini, lihat juga berita Teknologi lainnya di portal kami.

Kalau kamu sudah punya keyboard optik Razer generasi terbaru, upgrade ke HE ini tidak mendesak. Tapi kalau kamu pemain esports yang butuh rapid trigger dan belum punya keyboard magnetic, Huntsman V3 HE bisa jadi pilihan—asalkan kamu siap kompromi dengan spacebar yang agak aneh. Ganti keyboard tiap dua tahun? Lewati. Tiap empat tahun? Masuk akal.



