Baru saja, Nintendo mengumumkan angka penjualan Nintendo Switch selama kuartil pertama (Q1) di tahun 2020 pada pertemuan investor dengan atasan-atasan Nintendo. Selain mengumumkan angka penjualan Nintendo Switch, Nintendo juga menyampaikan keluhan menyangkut keterbatasan logistik dan produksi yang mempengaruhi suplai Nintendo Switch akibat wabah virus CoVID-19 (coronavirus).

Angka hasil penjualan Animal Crossing: New Horizons juga turut dibahas dalam pertemuan tersebut dengan konklusi dari pihak investor bahwa game tersebut berhasil mendongkrak valuasi Nintendo untuk Q1 2020. Sedangkan pihak Nintendo menambahkan bahwa angka hasil penjualan game tersebut juga mendukung penjualan konsol Nintendo Switch itu sendiri.

Shuntaro Furukawa Praises Smash Bros. Ultimate Sales, Says Hitting ...
Shuntaro Furukawa (kiri), direktur dari Nintendo bersama dengan Tatsumi Kimishima (kanan), mantan direktur Nintendo

Dan pada pertemuan tersebut, Shinya Takahashi (selaku Supervisor di bidang Business Development Division dan General Manager di Entertainment Planning & Development Division) mengusulkan bahwa Nintendo melebarkan sayapnya ke Asia Tenggara. Usulan dari beliau didukung dengan besarnya antusias para gamer dari Asia Tenggara dan juga keterbatasan logistik yang mempengaruhi ketersediaan game dan konsol buatan Nintendo itu.

Shinya Takahashi Interview: Meet Nintendo's 'Conductor' | Time
Yoshiaki Koizumi (kiri) bersama dengan Shinya Takahashi (kanan)

Yoshiaki Koizumi (selaku Executive Manager dan General Manager di Entertainment Planning & Development Division) turut mendukung usul tersebut dengan penemuannya, yaitu kontribusi dari distributor Nintendo untuk Asia Tenggara, Maxsoft. Maxsoft merupakan perusahaan asal Singapura yang berperan sebagai supplier dan distributor konsol dan game Nintendo mulai dari era Nintendo DS dan Wii hingga sekarang untuk region Asia Tenggara. Melalui kontribusi Maxsoft, Yoshiaki Koizumi bersama dengan Shinya Takahashi melihat adanya bibit potensi yang membuahkan untung untuk perusahaan game asal Jepang tersebut. Harapan mereka dalam membuka diri untuk Asia Tenggara adalah supaya tidak adanya kesenjangan dalam perhitungan harga untuk setiap produk Nintendo.

Apabila perencanaan berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh oleh Nintendo, maka estimasi waktu kehadiran Nintendo hanya menunggu waktu sebab target waktu yang ditetapkan untuk ekspansi tersebut adalah tahun 2021. Belum dipastikan apakah Nintendo akan menggaet Maxsoft untuk mewujudkan expansi ke Asia Tenggara atau tidak, namun ini merupakan babak baru untuk dunia gaming di Asia Tenggara.

Happy April Fools!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here