
Namanya Feed The Vessel — incremental horror garapan ashenDev, pengembang solo asal Albania. Kamu bukan pahlawan. Kamu adalah Vessel 001, pengelola kapal yang berlayar menuju New Eden, surga yang jaraknya 700 tahun cahaya. Namun di palka kapal, ada sesuatu yang menunggu untuk diberi makan.
Masalahnya? Kapal ini tidak akan sampai dengan cara biasa. Perhitungan mesin menyebut perjalanan butuh 70 juta tahun. Satu-satunya cara memangkas waktu adalah memberi makan dewa yang tinggal di palka kapal. Dan makanan itu adalah klon manusia. Kamu memroses mereka menjadi daging, darah, dan ichor — lalu menyajikannya untuk "sang Vessel."
Feed The Vessel: Horor Sunyi yang Justru Menggigit
Tapi ini bukan game tentang kekejaman kosong. Ada logika dingin di sini. Semakin cepat kapal melaju, semakin banyak pasokan yang harus diberikan. Berhenti memberi makan berarti melambat — dan harapan untuk tiba di New Eden semakin pudar. Sumber daya yang dikumpulkan bisa meningkatkan fasilitas kapal: rumah potong, insinerator, pemulung, hingga ladang ichor — masing-masing punya peran dalam siklus yang mengerikan namun efisien. Semuanya bisa diotomatisasi. Semuanya terasa wajar. Dan itu justru yang membuatmu tidak nyaman.

Secara visual, Feed The Vessel tampil dengan pixel art yang digambar tangan — interior kapal biomekanik yang terasa hidup tapi tidak ramah. Suasananya sengaja dibuat sunyi, tidak mengandalkan jumpscare. Horor di sini datang pelan-pelan, mengendap seperti kesadaran bahwa kamu sudah ikut tenggelam dalam sistem yang kamu jalankan. Cahaya redup, daging yang berdenyut, dan deru mesin yang samar — semuanya bekerja sama menciptakan ketidaknyamanan yang halus.

Kabar baiknya, kamu bisa mencoba semuanya sekarang. Demo gratis sudah tersedia di Steam dengan dukungan bahasa Jepang yang bisa diaktifkan lewat pengaturan, sementara versi browser bisa dimainkan langsung di itch.io. Untuk informasi selengkapnya, baca artikel sumbernya di sini. Sambil menunggu rilis penuh November 2026 — dengan harga 640 yen dan dukungan 10 bahasa — kamu bisa mulai membangun kebiasaan baru: memberi makan dewa, dan bertanya apakah surga benar-benar layak.
Kalau kamu butuh teman untuk berita Video Game lainnya, kami selalu ada di sini.
Simpan dulu. Nanti kamu balik lagi ke sini waktu jam sudah larut dan kamu belum mau tidur.



