Kamu ingat kasus Jean Pormanove? Streamer Prancis yang meninggal di umur 46 tahun saat live marathon di Kick, 18 Agustus 2025. Sebelum meninggal, dia jadi bulan-bulanan "hiburan" di broadcast Twitch dan Kick antara 2023 sampai 2025. Ditampar, ditendang, dicambuk, dipukul pakai baseball bat, disiram air, ditembak paintball, plus dihina-hina sampai nggak ada harga diri. Sekarang vonis pelakunya udah keluar — dan hasilnya bikin banyak orang mengernyit.
Vonis Naruto dan Safine Hamadi di Pengadilan Nice
Pada 5 Agustus, Pengadilan Kriminal Nice menjatuhkan vonis ke streamer Owen Cenazandotti, alias Naruto: dua tahun penjara dengan masa percobaan (suspended) dan denda €15.000. Safine Hamadi, 24 tahun, dapat 18 bulan percobaan dan denda €5.000. Dua-duanya juga kena larangan digital enam bulan — nggak boleh publish konten di platform online selama periode itu.
Padahal jaksa sempat nuntut lebih berat: satu tahun di bawah pengawasan elektronik plus denda €30.000 untuk Naruto, dan 18 bulan percobaan denda €15.000 untuk Safine.

Tapi ini bagian yang bikin publik makin geregetan: autopsi menyebut nggak ada penyebab kematian traumatis, dan nggak ada bukti orang lain terlibat langsung. Sidang ini pun nggak membahas penyebab kematian Jean. Jadi ya, kasus kekerasan dan kasus kematiannya berjalan terpisah. Justru karena itu, banyak yang nanya: kalau bukan karena trauma, terus karena apa?
Pihak berwenang Prancis juga lagi buka investigasi baru soal dugaan kekerasan di broadcast anggota kolektif streamer Lokal. Perangkat komputer mereka udah disita.
Konteksnya di sini, buat yang ngikutin dunia streaming, ini preseden yang agak meresahkan. Bikin konten edgy jelas beda sama ngerendahin orang sampai kayak gitu. Dan pas orangnya meninggal, hukum cuma bisa kasih hukuman percobaan.

Kalau mau baca detail vonis dan kronologi lengkapnya, baca selengkapnya di sini. Dan buat kamu yang nggak mau ketinggalan isu kontroversial lain di dunia streaming, cek terus berita Streamer lainnya.



