Atlet e-sport, Winda D Lunardi mendatangi Kantor Bareskrim Polri memastikan perkembangan penyidikan kasus dugaan kejahatan perbankan yang menimpanya. readyviewed Uang Winda dan ibunya senilai Rp20 miliar raib di dua rekening bank

Winda memang sebelumnya sudah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim dan diterima pada 8 Mei 2020 dengan Nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim.

“Saya datang ke sini untuk melihat perkembangan laporan yang saya ajukan perihal uang saya yang hilang di (salah satu bank di Indonesia),” kata Winda di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2020)

Winda dan keluarganya sangat terpukul atas peristiwa hilangnya uang dan berharap adanya perlindungan dan keadilan terhadap setiap nasabah bank yang sudah memberikan kepercayaan kepada bank untuk menjaga tabungan mereka. Winda berharap uangnya dapat segera dikembalikan oleh pihak bank.

“Saya ingin uang saya kembali, itu uang hak saya. Karena bagi saya itu uang besar. Ini tabungan masa depan,” tuturnya.

Kuasa hukum Winda, Joey Pattinasarany menjelaskan bahwa Winda dan ibundanya diketahui telah menabung di bank tersebut sejak 2015 dalam dua rekening terpisah. Hingga 2020, semestinya uang di rekening keduanya telah mencapai Rp20 miliar. “Totalnya Rp20 miliar dengan rincian (tabungan) Winda Rp15 miliar, ibunya Rp5 miliar,” katanya.

Namun tabungan keduanya raib dan hanya tersisa Rp17 juta di rekening Floletta dan Rp600.000 di rekening Winda.

Hilangnya uang Winda dan ibundanya diketahui setelah Floletta ingin melakukan penarikan dana di bank tersebut pada Februari 2020, akan tetapi penarikan dananya Floletta ditolak dengan alasan saldo tidak cukup. “Pas dicek, rekening ibunya tinggal Rp17 juta. Rekening Winda cuma sisa Rp600.000,” tuturnya.

Korban juga telah berupaya untuk meminta kejelasan terhadap uangnya yang hilang dengan mendatangi dan membuat laporan resmi di kantor bank tersebut pada Febuari dan Maret 2020, akan tetapi hingga saat ini dari pihak bank tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang yang hilang kepada Winda dan Floletta.

“Tidak ada itikad baik (dari bank tersebut), Ibu Floletta minta ketemu Direksi bank bahas pengembalian uang tapi tidak ada respons. Pertama, ditanggapi. Kedua, malah dibalas dengan surat yang isinya permasalahan sudah selesai,” katanya.

Setelah beberapa bulan tidak ada kejelasan dari pihak bank, akhirnya korban membuat laporan polisi pada Mei 2020 ke Bareskrim Polri. “Statusnya laporan dari penyelidikan naik ke penyidikan per Oktober 2020,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here