
Ada dua dunia yang baru saja dibuka di Steam, dan keduanya datang dengan janji yang berbeda. Conqueror's Blade: Three Kingdoms membawa kita pulang ke medan perang Tiongkok kuno, sementara Scrap Mechanic mengundang siapa pun yang suka membongkar pasang sesuatu sampai subuh.
Conqueror's Blade: Three Kingdoms — Hidup Kembali di Zaman Kekacauan
Conqueror's Blade: Three Kingdoms bukan sekadar sekuel. Ia mewarisi sistem pertempuran pendahulunya, lalu membungkusnya dengan latar akhir masa Dinasti Han — saat Dong Zhuo membakar Luoyang, dan tiga kerajaan besar mulai merebut takdir. Peta dunianya luas, dan di atasnya puluhan pasukan dari Shu, Wei, dan Wu saling berhadapan.
Yang membuatnya menarik adalah sistem "Jianghun". Lewat fitur ini, pemain bisa merasakan jiwa sekitar 20 tokoh legendaris — Guan Yu, Lu Bu, dan lainnya — menumpang di tubuh karakter kita. Senjata khas, skill khusus, semuanya bisa diwariskan. Rasanya seperti meminjam nyali sang panglima.
Kamu memulai sebagai rakyat biasa. Lalu perlahan naik pangkat lewat jasa perang, hingga suatu hari menjadi Jenderal Besar. Jika klanmu berhasil merebut wilayah, kamu bisa duduk sebagai gubernur atau prefek. Sistem pertempuran wilayah juga diperbarui: logistik, jalur suplai, moral pasukan — semuanya ikut bermain. Ada unit tempur, unit logistik, unit gerilya, dan kafilah dagang. Setiap peran punya ceritanya sendiri, baca selengkapnya di sini.

Di sisi lain, Scrap Mechanic hadir sebagai antitesis. Di sini tidak ada perang. Hanya kamu, komponen, dan imajinasi. Bangun kendaraan, mesin, atau apa pun yang terlintas di kepala. Dua game ini seperti dua pintu yang terbuka bersamaan — satu menuju sejarah, satu menuju penciptaan.

Kalau akhir pekanmu masih terasa kosong, dua game ini layak dijelajahi. Pelan-pelan saja, nikmati prosesnya. Atau kalau mau cari berita Video Game lainnya, mampir sebentar — pintu selalu terbuka.



