Zulfi Alam, Corporate Vice President of Quantum di Microsoft, bilang tidak peduli kalau ilmuwan meragukan hasil klaim perusahaannya. Tahun lalu, Microsoft mengklaim berhasil memecah elektron menjadi Majorana quasiparticles, partikel yang dianggap fondasi penting untuk komputer kuantum yang stabil. Respons ilmuwan di luar Microsoft singkat: data tidak konklusif, dan tidak ada peer review. Alam menjawab dengan datar: skeptisisme itu tidak mengubah rencananya.
Alam bahkan tidak merasa perlu meyakinkan akademisi lewat data mentah. Alasannya dua: kerahasiaan komersial dan lambatnya proses publikasi akademik. Publikasi bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan Microsoft tidak mau menunggu.
Ini bukan kali pertama Microsoft kena sorotan. Pada 2021, Microsoft menerbitkan paper di Nature tentang bukti keberadaan Majorana particles. Setelah fisikawan independen menemukan masalah dalam analisis datanya, paper itu ditarik. Riwayat itulah yang membuat klaim terbaru diragukan lebih keras. Baca detail klaim dan reaksi ilmuwan di Wired. Kalau kamu mau pantau cerita teknologi lain dengan cara yang sama, cek kumpulan berita Teknologi di Gameindo.
Qubit 1.000 Kali Lebih Andal: Ini Klaim Juni yang Tidak Bisa Dicek
Pada Juni, Microsoft mengumumkan klaim baru: mereka membuat qubit yang konon 1.000 kali lebih andal dibanding pendahulunya, memakai sistem AI bernama scientific discovery AI agent. Angka itu terdengar impresif, tapi ada satu hal yang sama: dataset mentahnya masih tidak dibuka. Jadi, "1.000 kali lebih andal" saat ini hanyalah klaim yang dijamin oleh kredibilitas Microsoft, bukan verifikasi publik.

Pendekatan AI yang sama dipakai Microsoft untuk mempercepat penemuan material reaktor fusi. Bagus untuk portfolio riset—tapi tidak menjawab pertanyaan dasar: kenapa data mentah untuk klaim quantum tidak ikut dibuka.

Jawaban Alam untuk para akademisi bukan lewat paper, melainkan lewat produk. Microsoft menargetkan komputer kuantum yang benar-benar bekerja pada 2029. Strategi ini masuk akal untuk bisnis, tapi berisiko untuk sains. Kalau mesinnya tidak jadi, tidak ada paper yang bisa ditarik ulang; yang ada cuma target yang meleset.
Kritik datang juga dari kompetitor. Trevor Lanting dari D-Wave bilang, menolak pemeriksaan ilmiah justru mengindikasikan hasilnya tidak cukup kuat untuk diuji.
2029 masih beberapa tahun lagi. Kalau target itu meleset, Microsoft tidak perlu jawab paper—cukup jawab ke pasar, dan pasar biasanya lebih tidak sabar daripada akademisi.



