Ada suara yang terus bergema di lorong-lorong pameran game tahun ini. Bukan dari panggung megah, melainkan dari sebuah sesi tanya jawab di San Diego Comic‑Con 2026. Dan Houser, salah satu pendiri Rockstar Games, duduk di samping Lazlow Jones. Lalu, dengan tenang, ia melontarkan sesuatu yang terasa seperti angin sejuk di tengah panasnya perdebatan digital vs fisik: “If people want that, I think companies should provide it.”
Pernyataan itu bukan sekadar opini. Ia datang di saat Sony baru saja mengumumkan akan menghentikan produksi cakram PlayStation pada Januari 2028. Seperti sebuah pintu yang terbuka pelan, Houser mengingatkan kita bahwa pilihan tetap milik pemain.
Dan Houser: Suara dari Masa Lalu untuk Masa Depan
Houser sendiri mengaku tidak punya preferensi pribadi. Ia melihat keuntungan digital: pengembang bisa memperbaiki dan meningkatkan game setelah dirilis. Tapi kalau ada yang masih ingin memegang kotak plastik, mendengar bunyi klik saat cakram masuk — menurutnya, itu hak yang harus dihormati. Lazlow Jones, yang dulu sering bekerja sama dengan Houser di proyek‑proyek besar, menambahkan bahwa ia suka memiliki media fisik, tapi juga menyukai kenyamanan game digital saat bepergian.
Namun, saat ditanya soal Grand Theft Auto VI, Houser hanya tersenyum. “It’s going to go great for them, I’m sure.” Jawaban pendek yang membuat ruangan hening sejenak.
Percakapan ini bukan soal nostalgia. Ini soal kepercayaan. Bahwa industri — walau digerakkan oleh data dan efisiensi — tetap harus mendengar denyut nadi para pemain. Houser sudah meninggalkan Rockstar sejak 2020, tapi suaranya masih punya bobot. Mungkin justru karena ia tak lagi punya kepentingan di belakang layar.
Jika kamu penasaran dengan konteks lengkap wawancara ini, baca selengkapnya di sini. Dan kalau kamu tipe yang suka menyelami berita Video Game lainnya, Gameindo selalu punya ruang untuk diskusi seperti ini.
Simpan saja tiket digitalmu. Tapi jangan lupa, kadang yang paling berharga justru bisa kamu sentuh.



