Tech 3 AGU 2026

Kacamata Pintar Bikin Risih, Tapi Laku Puluhan Juta

Mungkinkah membuat kacamata pintar yang tidak creepy? Masalahnya bukan teknologinya, tapi kamera. Meta sudah menjual puluhan juta unit, dan penjualannya naik. Perangkat ini bisa merekam audio, gambar, dan video tanpa orang lain sadar. Indikator LED ada sebagai penanda, tapi sebagian…

Meta Plans to Add Facial Recognition Technology to Its Smart Glasses - The New York Times

Kacamata pintar Meta dan teknologi facial recognition - The New York Times

Mungkinkah membuat kacamata pintar yang tidak creepy? Masalahnya bukan teknologinya, tapi kamera. Meta sudah menjual puluhan juta unit, dan penjualannya naik. Perangkat ini bisa merekam audio, gambar, dan video tanpa orang lain sadar. Indikator LED ada sebagai penanda, tapi sebagian pengguna bisa mematikannya. Meta lalu menambahkan anti-tamper yang menonaktifkan kacamata jika dirusak. Solusi teknis ada, tapi tetap bergantung pada itikad pengguna.

Name Tag: Masalah Privasi Kacamata Pintar Meta

Meta sempat mengembangkan fitur pengenalan wajah bernama Name Tag. Kode itu dihapus dari aplikasi setelah WIRED membeberkannya. CTO Meta, Andrew Bosworth, mengonfirmasi keberadaan fitur itu di podcast The Atlantic. Meta juga dilaporkan mempertimbangkan kacamata pintar tanpa kamera. Itu pengakuan implisit: kamera adalah sumber masalahnya.

Google dan Samsung diperkirakan masuk pasar kacamata pintar tahun ini. Apple dikabarkan mengerjakan produk serupa yang bisa rilis 2027, tapi produksinya ditunda karena masalah privasi. Artinya, pemain besar tahu masalahnya, tapi belum ada yang menemukan solusi desain yang memuaskan.

Peringatan dampak kacamata pintar Meta terhadap privasi - WIRED

Kacamata pintar sebenarnya punya sisi fungsional yang jelas. Real-time captioning membantu tunarungu mengikuti percakapan. Kemitraan Meta dengan Be My Eyes memungkinkan tunanetra berinteraksi dengan dunia lewat kamera. Ini bukan gimik; ini kasus penggunaan yang menyelamatkan.

Alternatif yang lebih ramah privasi ada. Even Realities membuat kacamata pintar tanpa kamera, jadi tidak ada yang bisa merekam. Solos punya privacy shield untuk menutup lensa kamera saat tidak dipakai. Tapi para ahli mencatat: kacamata pintar lebih licik daripada ponsel karena dirancang terlihat polos. Analis bilang, sulit menjaga privasi sekaligus tampil seperti kacamata normal. Desain yang tidak mencurigakan justru yang bikin orang curiga.

Facial recognition pada kacamata pintar Meta - The New York Times

Trade-off-nya ada di desain. Kamera itu yang bikin kacamata berguna, tapi juga yang bikin orang lain risih. Tanpa kamera, fungsinya berkurang. Dengan kamera, privasi orang lain jadi taruhan. Belum ada solusi yang membuat dua-duanya menang. Baca analisis lengkapnya di WIRED atau lihat berita Teknologi lainnya.

Kalau kamu butuh kacamata untuk aksesibilitas, kamera itu penting. Kalau cuma buat gaya, cukup beli frame biasa. Hitung dulu siapa yang dapat manfaat, dan siapa yang harus bayar harganya. Jangan beli karena takut ketinggalan; beli karena paham trade-off-nya.

GameIndo