BLAST Bounty Season 2 2026 bukan turnamen biasa. Sistem hadiah taruhan dan absennya NAVI membuat peta persaingan berubah drastis. Turnamen ini membuka stage online pada 21–26 Juli 2026, lalu berlanjut ke LAN final di Malta pada 30 Juli–2 Agustus. Dari 32 tim yang bertarung di online, hanya delapan yang lolos ke BLAST Arena Studios. Siapa yang sanggup bertahan di bawah tekanan hadiah yang terus bergulir?
Sistem Bounty: Taruhan yang Mengubah Jalan Turnamen
Mekanisme unik BLAST Bounty mengubah cara tim bermain. Enam belas tim terbawah (underdog) berhak memilih lawan melalui Draft Show. Jika berhasil mengalahkan favorit, setengah dari hadiah bounty langsung menjadi milik mereka, dan sisanya menjadi bounty baru yang harus dipertahankan. Ini bukan sekadar turnamen — ini pertaruhan momentum. Satu kesalahan bisa membuat tim kehilangan hadiah dan posisi VRS ranking sekaligus.

Patch CS2 baru juga debut di event ini. Cache masuk kembali ke map pool, dan damage ledakan C4 dirombak. Tim yang cepat beradaptasi akan unggul. Sementara itu, komposisi roster anyar dari Aurora, MOUZ, The MongolZ, dan Heroic ikut meramaikan peta persaingan. NAVI justru tak terlihat di antara lima tim papan atas — celah yang bisa dimanfaatkan underdog.
Tingkat kepentingan turnamen ini makin tinggi karena jadi pembuka musim S-Tier 2026, menyusul kemenangan perdana NiKo di IEM Cologne 2026. Semua tim datang dengan beban: membuktikan diri setelah jeda pemain.

Semua pertandingan bisa disaksikan langsung di Twitch, YouTube, dan BLAST.tv. Sistem bounty membuat setiap ronde punya taruhan ekonomis dan ranking. Untuk informasi lengkap, baca artikel asli di Dot Esports. Dan jangan lupa pantau berita Esports lainnya di Gameindo untuk update roster dan analisis.
Slot LAN hanya delapan. Tekanan sudah dimulai sejak Draft Show. Siapkan strategi, pantau jam, dan jangan sampai ketinggalan momentum underdog yang bisa membalikkan keadaan. Amankan slot nonton siaran langsung sebelum babak pertama dimulai.



